Naik Kelas, Keripik Kentang Malino Diperkuat dengan Standar GMP dan SOP Produksi
MALINO, 18 September 2026 — Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas terus dilakukan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen). Salah satunya melalui pendampingan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi keripik kentang yang dilaksanakan pada 16–17 September 2026 di rumah produksi Boga Rasa, Koperasi Bawakareang Maju Bersama, Tombolopao, Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari KREATIF ICARE BRMP, Kementerian Pertanian. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman tim produksi mengenai pentingnya penerapan standar kebersihan, keamanan pangan, dan tata kelola proses produksi yang sistematis.
Ketua Kelompok Layanan dan Kerjasama BRMP Pascapanen, Febriyezi mengatakan Melalui penerapan GMP dan SOP yang konsisten, produk keripik kentang Boga Rasa diharapkan tidak hanya memiliki cita rasa yang lezat dan tekstur renyah, tetapi juga memenuhi aspek higienitas dan keamanan pangan sehingga semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.
“Penerapan standar produksi yang benar adalah kunci utama agar produk lokal bisa menembus pasar yang lebih luas tanpa mengorbankan kualitas,” ujar Febriyezi
Kegiatan pendampingan dilakukan secara interaktif dengan melibatkan tim produksi Boga Rasa secara langsung. Materi dan praktik mencakup penataan area kerja, pengelolaan bahan baku kentang khas Malino, kebersihan selama proses produksi, hingga simulasi alur kerja berdasarkan SOP yang telah ditetapkan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha memahami bahwa kualitas produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku dan cita rasa, tetapi juga oleh proses produksi yang terstandar.
Bagi Koperasi Bawakareang Maju Bersama, penerapan GMP dan SOP menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem produksi sekaligus meningkatkan konsistensi mutu keripik kentang Boga Rasa. Dengan proses yang lebih tertata, potensi kentang lokal Malino dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah yang memiliki identitas dan kualitas yang semakin kuat.
Pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BRMP Pascapanen dalam mendorong modernisasi pengolahan hasil pertanian berbasis potensi lokal. Melalui peningkatan kapasitas UMKM, standardisasi proses, dan penguatan nilai tambah, produk olahan kentang Malino diharapkan semakin siap berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat setempat.