Inovasi Penyimpanan Tingkatkan Dormansi Bawang Putih
Tahukah Sobat Tani? Sekitar 95% kebutuhan bawang putih domestik Indonesia masih dipenuhi melalui impor. Karena itu, peningkatan produktivitas dan mutu bawang putih lokal perlu didukung tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga melalui teknologi pascapanen.
Salah satu kuncinya adalah teknologi penyimpanan. Kondisi penyimpanan yang tepat dapat membantu mempertahankan mutu, memperpanjang umur simpan, sekaligus mengurangi susut bobot umbi bawang putih.
Inovasi yang dikembangkan menunjukkan bahwa:
-Penyimpanan dapat mempertahankan mutu hingga 6 bulan
-Mampu menekan susut bobot selama penyimpanan
-Adaptif terhadap berbagai varietas bawang putih
-Membantu menjaga ketersediaan bawang putih konsumsi dengan mutu yang memadai Dengan pengaturan kondisi penyimpanan yang tepat, bawang putih lokal memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kualitasnya hingga siap digunakan atau dipasarkan.
Pascapanen bukan sekadar menyimpan, tetapi menjaga nilai dan mutu hasil pertanian.
Selengkapnya: https://www.facebook.com/BRMPPascapanen/posts/pfbid02nAhgPNvcxMpy1oYehkx2K5tpDkhCaPYt5SAojAeaNMwTXqSqn8Li715zudeVZr5dl