Bukan Cuma Dijual Mentah, Bimtek Pascapanen Sulap Kentang Lokal Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi
Kentang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Garut. Namun, sebagian besar hasil panen masih dipasarkan dalam bentuk segar dengan nilai jual yang relatif rendah. Untuk mendorong peningkatan nilai tambah komoditas tersebut, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Kentang di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut pada 8 September 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program ICARE melalui Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Bimtek diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha tani dalam menangani dan mengolah kentang setelah panen, sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan produk segar, tetapi mampu menghasilkan produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Kegiatan dibuka oleh Susi Suhartianti, Kepala Bidang Pengendalian dan Pengembangan Usaha Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Dalam sambutannya, Susi menyampaikan bahwa kentang merupakan komoditas potensial Garut yang perlu terus dikembangkan, terutama dari sisi pengolahan dan pemasaran. Menurutnya, peningkatan keterampilan petani menjadi salah satu langkah penting agar komoditas kentang dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Untuk memberikan pembekalan yang lebih komprehensif, Bimtek menghadirkan narasumber dari Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian yang memberikan materi mengenai teknologi penanganan dan pengolahan pascapanen kentang. Materi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan peserta mengenai berbagai peluang diversifikasi produk serta penerapan teknologi sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil panen.
Tidak hanya teknologi pengolahan, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai digital marketing berbasis kecerdasan artifisial (AI) dari narasumber Universitas Garut. Materi ini diarahkan untuk membantu petani dan KWT memahami strategi pemasaran digital, membangun identitas produk, serta memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar produk olahan kentang.
Peserta juga mengikuti demo pembuatan tepung kentang instan sebagai salah satu contoh diversifikasi produk berbasis kentang. Melalui Bimtek ini, diharapkan petani dan KWT di Garut tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi mulai bergerak menuju pengolahan dan pemasaran produk bernilai tambah, sehingga kentang lokal mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat daya saing komoditas pertanian daerah.