BRMP Pascapanen Dorong Daya Saing Produk Kentang Gowa
Perkuat Tata Kelola Usaha dan Pemasaran Digital, BRMP Pascapanen Dorong Daya Saing Produk Kentang Gowa
GOWA — BRMP Pascapanen menyelenggarakan Sosialisasi Penguatan Tata Kelola Usaha dan Pemasaran Digital Produk Kentang Kab. Gowa yang diselenggarakan pada 21 Oktober 2026 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kanreapia, Desa Kanreapia, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Sosialisasi yang merupakan bagian dari pelaksanaan Program ICARE ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan pelaku usaha kentang.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai aspek pengembangan usaha kentang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa, Muh. Fajaruddin, menyampaikan materi mengenai potensi produk kentang di Kabupaten Gowa. Selanjutnya, Andry Hidayatullah membahas sistem tata kelola usaha, sedangkan Akbar Ghozali menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran digital melalui media sosial dan platform e-commerce.
Ketiga materi tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya mengoptimalkan potensi komoditas lokal, memperkuat pengelolaan usaha, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran produk kentang Gowa.
Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pemaparan materi. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi petani, KWT, dan pelaku usaha untuk memperoleh wawasan mengenai pengelolaan usaha yang lebih baik serta pemanfaatan kanal digital dalam memperluas jangkauan pemasaran produk kentang lokal.
Kepala BRMP Pascapanen yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua Kelompok Layanan dan Kerjasama dalam sambutannya berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal bagi terbentuknya ekosistem usaha pengolahan kentang yang lebih terintegrasi di Kabupaten Gowa.
“Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju terbentuknya klaster usaha pengolahan kentang yang terpusat dan terstandarisasi di Desa Kanreapia, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku industri kuliner, ritel, maupun calon off-taker di Makassar dan wilayah sekitarnya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha, perbaikan tata kelola usaha, serta pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat berjalan beriringan dalam mendukung pengembangan produk kentang Gowa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong nilai tambah komoditas pertanian lokal sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.