BRMP Pascapanen Perkenalkan Teknologi Deteksi Kit Aflatoksin di Pasuruan
BRMP Pascapanen Pertanian melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Pascapanen Jagung di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, dengan melibatkan 50 orang petani jagung setempat pada 18 November 2025 lalu. Kegiatan ini digelar sebagai upaya peningkatan kapasitas petani dalam penanganan pascapanen yang aman dan berkualitas.
Kecamatan Kejayan dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung unggulan di Kabupaten Pasuruan. Pada tahun 2024, produksi jagung daerah ini berkontribusi terhadap total produksi Kabupaten Pasuruan yang mencapai 311.821 ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Namun, penanganan pascapanen yang kurang optimal masih menjadi tantangan, terutama terkait risiko kontaminasi mikroba yang dapat memicu munculnya aflatoksin.
Pada bimtek ini, BRMP Pascapanen memberikan edukasi mengenai teknik penanganan pascapanen yang tepat untuk mencegah terbentuknya aflatoksin—zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker hati pada manusia maupun hewan ternak apabila dikonsumsi berlebihan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Deteksi Kit Aflatoksin, sebuah teknologi yang mampu memperkirakan kadar aflatoksin secara cepat, praktis, dan dapat digunakan langsung di lapangan oleh petani. Kit ini diharapkan menjadi alat bantu efektif bagi petani jagung dalam menjaga kualitas produk serta memastikan keamanan pangan.
Dengan pemanfaatan teknologi deteksi aflatoksin ini, petani jagung dan masyarakat sekitar diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi jagung nasional yang aman konsumsi, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas jagung Indonesia.