
Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak ditanam petani di Indonesia. Produksi ubi kayu di Indonesia menempati urutan ke-3 setelah Brazil dan Zaire yaitu mencapai 27 Juta ton. Dibanding tanaman pangan lainnya, ubi kayu mempunyai potensi sebagai sumber pangan yang lebih mudah ditanam dan murah. Ubi kayu sebagai bahan baku baik industri pangan maupun non pangan memberikan nilai tambah dan daya saing yang lebih nyata. Pengembangan bio industri produk turunan bahan baku ubi kayu mempunyai prospek dalam program pengembangan industri pedesaan.
Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz.) termasuk tanaman yang berasal dari kawasan tropis, terutama dari wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman ini diperkenalkan ke kawasan Asia Tenggara oleh bangsa Spanyol yang membawanya dari Amerika Utara ke Filipina pada kurun waktu abad ke-16 hingga abad ke-17. Varietas ubi kayu yang saat ini banyak dibudidayakan di Indonesia umumnya berasal dari Filipina. Seiring waktu, masyarakat Indonesia telah secara turun-temurun membudidayakan tanaman ini sebagai salah satu sumber pangan utama.
Ubi kayu dikenal sebagai salah satu penghasil karbohidrat yang penting dan digolongkan ke dalam kelompok umbi-umbian. Ubi kayu umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pangan pengganti nasi dan bahkan dijadikan makanan pokok, terutama di daerah yang sumber berasnya terbatas. Sebagian besar hasil panen ubi kayu di Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, sementara sebagian kecil lainnya digunakan sebagai bahan pakan ternak maupun sebagai bahan baku dalam industri, seperti industri tepung tapioka dan bioenergi.
Morfologi tanaman ubi kayu memiliki batang yang memanjang, berbuku-buku, dan bersifat berkayu, dengan tinggi tanaman dapat mencapai sekitar 3 meter. Warna batang bervariasi tergantung pada bagian luar kulitnya, meskipun batang yang masih muda umumnya berwarna hijau. Daunnya berbentuk menjari dengan jumlah helaian antara 5 hingga 9 lobus. Daun ubi kayu yang masih muda, mengandung senyawa beracun berupa asam sianida. Pertumbuhan tanaman ubi kayu berlangsung optimal pada ketinggian 10 hingga 700 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan curah hujan tahunan antara 760 hingga 1.015 milimeter. Kondisi suhu lingkungan yang ideal berkisar antara 18 hingga 35°C, kelembaban udara sekitar 60–65%, dan membutuhkan penyinaran matahari selama sekitar 10 jam per hari.
Informasi SNI ubi kayu :
https://www.instagram.com/p/CwhKMxqy4jc/?igsh=MWtobm1obG9sbnV4Nw==