Tepung Sukun

Tepung Sukun Premium Berdaya Tahan Lama

Buah sukun merupakan buah klimaterik dengan masa konsumsi hingga 4 hari dan buah musiman yang pemanfaatannya masih terbatas (digoreng, dikukus dan dibuat kripik). Produktivitas tinggi (200-300 bh/musim atau sekitar 16-32 ton buah/ha) dengan pemanfaatan yang kurang maksimal menyebabkan banyak buah yang terbuang. Buah sukun juga mengandung komponen penyebab rasa pahit/kelat karena memiliki zat tanin, HCN dan asam fitat. Pengolahan sukun menjadi tepung akan meningkankan nilai tambah tekno-sosio-ekonomi.

Pembuatan tepung sukun melalui proses sebagai berikut: (1) Pilih buah sukun yang sudah masak optimal. (2) Petik buah menggunakan galah (alat petik buah) atau lainnya sehingga buah tidak terjatuh. Jika buah jatuh, daging buah nya rusak, warna menjadi kecoklatan dan timbul rasa pahit. (3) Buah sukun dikupas, dicuci dan dipotong memanjang menjadi 6-8 bagian. (4) Buah sukun yang sudah dipotong lalu diblansir sekitar 10 menit. (5) Proses penyawutan dan perendaman di dalam larutan sodium bisulfit 0,3% selama 1 jam. (6) Proses pembilasan buah sukun yang telah disawut. (7) Pengepresan dan pengeringan (dijemur atau menggunakan alat pengering) hingga kadar air maksimal 12% agar aman disimpan. (8) Sawut kering kemudian digiling menggunakan penggiilingan disk mill dengan saringan 100 mesh. Sawut dan tepung dengan kadar air 10-12% yang dikemas didalam kemasan plastik dapat disimpan hingga 1 tahun.

Keunggulan:

  • Proses produksi relatif sederhana, mudah diterapkan
  • Peralatan proses mudah diperoleh, sesuai untuk skala usaha besar (Industri pangan) maupun skala usaha kecil (UKM)
  • Daya simpan hingga 1 tahun
  • Tepung sukun bebas gluten, sesuai untuk penderita autis maupun bagi individu yang diet gluten free

 

Inventor:

Sri Widowati, Heti Herawati, Dwi Amiarsi

Status HKI:

Proses pendaftaran