
Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan salah satu serealia sumber karbohidrat yang sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia karena kandungan gizinya setara dengan beras dan gandum. Namun, pemanfaatannya masih terbatas akibat kendala pada proses penyosohan biji serta kandungan tanin yang menimbulkan rasa sepat atau agak pahit, sehingga menurunkan tingkat penerimaan konsumen.
Meskipun tanin dikenal sebagai senyawa anti-gizi, komponen fenolik ini juga memiliki aktivitas antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan proses pengolahan yang dapat menurunkan kadar tanin hingga pada batas yang masih dapat diterima konsumen, namun tetap mempertahankan fungsi antioksidannya.
Proses pembuatan tepung sorgum rendah tanin dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
Melalui metode ini, kandungan tanin pada tepung sorgum dapat berkurang hingga 78,8%, yaitu dari 3,11% menjadi 0,66% (Tannic acid equivalent). Tepung sorgum rendah tanin ini berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional yang sehat, bergizi, dan memiliki nilai tambah tinggi bagi industri pangan lokal.
Keunggulan:
Inventor:
Sri Widowati, Rahmawati Nurjanah, Heti Herawati, Safarudin Lubis
Status HKI:
Proses pendaftaran