Starter Kering Yoghurt

Mempermudah Distribusi dengan Starter Kering Yoghurt Probiotik

          Susu berperan penting dalam meningkatkan konsumsi protein sebagian besar masyarakat Indonesia dan meningkatkan PPH protein hewani. Saat ini, preferensi konsumen terhadap produk olahan susu semakin meningkat, kurang lebih 80% masyarakat Indonesia mengkonsumsi susu dalam bentuk susu olahan. Produk susu fermentasi yang ada di masyarakat saat ini antara lain yoghurt, keju, kefir, dan lain-lain. Pada proses fermentasi biasanya memerlukan ketersediaan starter kering dengan harga yang cukup mahal. Teknologi starter kering yoghurt probiotik mampu menghasilkan yoghurt dengan kualitas yang tidak kalah dengan starter yoghurt impor.

          Starter kering yoghurt probiotik dibuat dengan metode enkapsulasi. Teknik ini mampu melindungi bakteri probiotik (kultur starter) untuk tidak beraktivitas (dorman). Teknologi pembuatan starter menggunakan peralatan spray drying dengan bahan enkapsulan tertentu. Bakteri yang digunakan dalam pembuatan starter yoghurt probiotik antara lain Streptococcus thermophillus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus casei dan Bifidobacterium longum.

Keunggulan:

  • Yoghurt dengan rasa lebih enak dan tekstur lebih lembut
  • Harga starter lebih murah dibandingkan dengan starter impor
  • Mengurangi ketergantungan terhadap impor starter kering
  • Masa simpan relatif panjang dengan tingkat viabilitas sel yang tinggi
  • Masa simpan starter kering lebih fleksibel dan lebih awet (disimpan pada suhu ruang: 1-2 bulan, pada suhu dingin: 6 bulan, pada freezer: 1 tahun)
  • Yoghurt yang kaya probiotik mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi organ pencernaan

 

Inventor:
Miskiyah, Widaningrum, Juniawati, Ermi Sukasih, Kun Tanti Dewandari, Marman Wahyudi, Dwi Agriana, M. Triyono

Status HKI:
Paten Granted : IDP000056159B