
Abu boiler kelapa sawit memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya adalah sebagai sumber silika. Berdasarkan sifat kelarutannya, biosilika pada abu boiler sawit dapat diekstraksi menggunakan larutan alkali. Hasil ekstraksi berupa produk cair berupa senyawa kalium silikat.
Produk cair tersebut merupakan pupuk biosilika cair yang selanjutnya dievaporasi untuk menghasilkan produk yang lebih pekat. Pupuk biosilika cair dari abu boiler sawit memiliki kandungan silika (SiO2) tersedia yang mudah diserap tanaman sekitar 18-19 %. Kandungan silika tersedia tersebut memenuhi persyaratan teknis minimal (PTM) berdasarkan Kepmentan No. 209/Kpts/SR.320/3/2018 untuk pupuk anorganik hara silika, yaitu minimum 5%. Pupuk biosilika cair sangat sesuai untuk pemupukan berbagai tanaman jenis rerumputan seperti padi, jagung, dan tebu.
Keunggulan:
Inventor:
Tatang Hidayat, Hoerudin, Sri Yuliani, Nurdi Setyawan, Kendri Wahyuningsih, Wahyu Diyono, Eka Rahayu
Status HKI:
Proses pendaftaran