Nasi Sorgum Instan

Nasi Sorgum Instan, Praktis dan Bantu Cegah Diabetes

Biji sorgum sosoh (beras sorgum) memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan serealia lain seperti beras atau gandum, sehingga memerlukan waktu lama untuk dimasak dan biasanya harus direndam terlebih dahulu. Berdasarkan hal tersebut, dikembangkan inovasi produk nasi sorgum instan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan makanan praktis namun tetap bergizi. Tujuan invensi ini adalah menghasilkan nasi sorgum instan dengan waktu rehidrasi maksimal 5 menit dan indeks glikemik rendah, sehingga cocok untuk konsumen dengan pola makan sehat.
Proses pembuatan nasi sorgum instan meliputi:

  1. Grading biji sorgum agar berukuran seragam.
  2. Penyesuaian kadar air hingga 20%, kemudian disosoh.
  3. Perendaman berasan sorgum dalam larutan garam (NaSitrat 1% atau Na₂HPO₄ 0,2%) selama 2 jam, lalu dicuci dan ditiriskan.
  4. Pemasakan menggunakan rice cooker dengan perbandingan berasan sorgum dan air 1:3.
  5. Pembekuan nasi sorgum pada suhu -4°C selama 24 jam.
  6. Proses thawing pada suhu kamar dan pengeringan dengan blower suhu 55–65°C hingga kadar air maksimal 10%.

Nasi sorgum instan dapat disajikan dengan menambahkan air mendidih dan menutup rapat selama 4–5 menit hingga siap dikonsumsi.

Keunggulan:

  • Proses produksi relatif sederhana, mudah diterapkan
  • Peralatan proses mudah diperoleh, sesuai untuk skala usaha besar (industri pangan) maupun skala usaha kecil (UKM)
  • Penyajian praktis, siap konsumsi dalam waktu maksimal 5 menit
  • Daya simpan panjang, hingga 2 tahun
  • Mengatasi waktu memasak nasi sorgum yang relatif lama
  • Alternatif pangan darurat yang dibutuhkan saat terjadi bencana

 

Inventor:

Sri Widowati, Rahmawati Nurdjanah, B.A. Susila Santosa, Andi Nur Alamsyah, Heti Herawati

Status HKI:

Paten Granted : IDP000046340