Kemasan Pintar

Kemasan Pintar Pengukur Kesegaran Daging

          Daging merupakan bahan pangan yang kaya akan kandungan protein, vitamin dan mineral sehingga menjadi media yang baik bagi pertumbuhan mikroba pembusuk maupun mikroba patogen. Kontaminasi selama proses pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun selama proses distribusi dapat menurunkan kualitas daging segar selama penyimpanan.

          Selama ini proses pengujian terhadap daging segar dilakukan secara manual dengan pengamatan visual namun bersifat subyektif. Pengujian di laboratorium yang bersifat obyektif membutuhkan waktu lama dengan biaya yang cukup mahal. Seiring perkembangan teknologi, saat ini telah hadir kemasan pintar untuk produk pangan. Kemasan pintar dilengkapi dengan adanya label indikator sebagai sensor kimia yang akan mendeteksi penurunan kualitas dari bahan pangan termasuk daging segar. Label indikator dalam kemasan akan mendeteksi senyawa yang disintesis oleh mikroorganisme atau enzim yang terikat dan terakumulasi dalam indikator sehingga meyebabkan perubahan warna. Perubahan warna dari indikator dapat digunakan untuk mendeteksi senyawa volatile yang bersifat asam atau basa. Label indikator dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kesegaran daging sapi dalam waktu yang cepat dan akan menunjukkan warna kuning untuk daging segar, warna oranye untuk daging kurang segar dan warna merah untuk daging tidak segar.

Keunggulan:

  • Mendeteksi tingkat kesegaran daging dalam waktu cepat
  • Mudah diaplikasikan pada kemasan (cukup ditempel)
  • Menjamin keamanan dan kualitas produk bagi konsumen

 

Inventor:
Juniawati, Miskiyah, Sri Usmiati, Widaningrum, Niken Harimurti, Kirana Sanggrami Sasmitaloka, Sandro Pangadoan Siahaan

Status HKI:
Proses pendaftaran