Gudang IoT Penyimpanan Jagung

Gudang Pintar Penyimpanan Jagung Berbasis Internet Of Things (IoT)

Tahap penyimpanan jagung merupakan titik kritis dalam penanganan pascapanen karena kondisi yang tidak ideal dapat memicu pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin, yang berbahaya bagi kesehatan dan menurunkan mutu jagung. Untuk menjaga kualitas jagung sesuai standar mutu pangan dan pakan, dikembangkan prototype Model Gudang Jagung berbasis IoT.

Gudang ini dapat dikendalikan secara manual maupun otomatis, dengan pengaturan kelembapan relatif (RH), temperatur, dan kadar CO₂ melalui panel kendali jarak jauh menggunakan mobile phone atau PC yang terhubung ke internet. Sistem ini menjaga agar kadar air jagung tetap stabil dan mencegah pertumbuhan jamur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pengendalian kondisi gudang menggunakan model ini, cemaran aflatoksin tidak terdeteksi hingga bulan ke-6 penyimpanan, atau masih di bawah ambang batas SNI. Teknologi ini berpotensi besar dalam meningkatkan mutu dan daya saing jagung nasional dari sisi kualitas penyimpanan.

Keunggulan:

  • Standar atau spesifikasi produk jagung yang disimpan di gudang model IoT dapat memenuhi standar nasional indonesia untuk bahan pangan (SNI 3920-2013) ataupun standar untuk bahan pakan (SNI 4483-2013)
  • Standar kadar aflatoksin untuk produk pangan dan untuk produk pakan masih dibawah ambang batas
  • Dapat digunakan untuk penyimpanan benih jagung

 

Inventor:

Mulyana Hadipernata, Ahmad Ni'matullah Al-Baarri, Maman Somantri, S. Joni Munarso, Ridwan Rachmat, Miskiyah, Sigit Nugraha, Eka Rahayu, Misgyarta, Maulida Hayuningtyasi, Sandro Pangidoan

Status HKI:

Terdaftar