Biofoam dari Perkebunan

Biofoam, Kemasan Sehat dan Ramah Lingkungan

Tingginya pemanfaatan styrofoam sebagai kemasan, karena mampu melindungi kesegaran dan keutuhan bentuk produk yang dikemas, harga murah, dan bobot ringan, konduktivitas panas rendah, biaya produksi rendah, dan dapat diaplikasikan di berbagai macam produk. Akan tetapi tingkat daur ulangnya sangat rendah, mencemari lingkungan, sehingga menyebabkan ancaman yang cukup serius, baik untuk hewan maupun kesehatan manusia. Biodegradable packaging atau biofoam, merupakan salah satu bahan kemasan yang dibuat dengan menggunakan biopolimer sehingga dapat terdegradasi secara alami. Berbagai biopolimer terbarukan seperti pati, protein, lignin, selulosa, lipid, dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biofoam. Biofoam adalah salah satu alternatif kemasan pengganti styrofoam, karena menggunakan bahan ramah lingkungan, kemudian dicetak dengan proses thermopressing. Komponen terpenting dalam pembuatan biofoam adalah pati dan serat dari limbah pertanian, tujuannya untuk memperkuat struktur. Bahan-bahan lainnya adalah PVA ataupun PLA, Mg stearat, merupakan bahan padat dan kitosan, air adalah bahan cair.

Keunggulan:

  • Bersifat food grade dan biodegradable sehingga aman bagi kesehatan dan lingkungan
  • Meningkatkan nilai tambah limbah pertanian

 

Inventor:

Hernani, Sri Yuliani, Nurdi Setyawan, Heny Herawati, Kendri Wahyuningsih, Siti Mariana Widayanti, Iceu Agustinasari, Prima Luna, Muh. Gousul Adom, Ema Sri Mulyani, Mellya Shaffah, Afdan Irvandy

Status HKI:

Proses pendaftaran