
Tingginya produksi padi menghasilkan limbah samping berupa jerami dan sekam yang selama ini masih terbatas pemanfaatannya. Melalui proses penepungan sederhana berkapasitas 120 kg/jam dengan tingkat kehalusan 70–80 mesh, diperoleh kadar air: sekam 11,4%, tepung sekam 8,3%, jerami 9,8%, dan tepung jerami 5,2%. Dari uji coba dihasilkan 70 kg biopelet, terdiri dari 30 kg biobriket jerami dan 40 kg biopelet sekam. Biobriket merupakan hasil olahan biomassa padi yang dipadatkan (densifikasi) untuk meningkatkan karakter fisik dan nilai kalori, sehingga menghasilkan pembakaran lebih efisien dan cepat panas.
Keunggulan:
Inventor:
Ridwan Rachmat, Sandi Darniadi, Misgyarta, Eka Rahayu, Prima Luna, Hoerudin, Mulyana Hadipernata
Status HKI:
Proses pendaftaran