
Sekam padi dapat dimanfaatkan untuk membuat asap cair melalui proses kondensasi asap pembakaran pada suhu tinggi. Asap cair ini berfungsi sebagai koagulan dalam proses penggumpalan lateks menjadi slab karet. Lateks sendiri mengandung 25–40% karet mentah dan 60–77% serum (air dan zat terlarut) dengan partikel karet berukuran sangat kecil (0,004–3 mikron).
Proses penggumpalan dilakukan dengan menurunkan pH lateks ke titik isoelektrik (4,5–4,7). Umumnya kualitas slab karet di Indonesia masih rendah akibat banyak kotoran dan ketidaksesuaian ketebalan. Penggunaan asap cair sebagai koagulan menghasilkan koagulum berwarna hitam hingga hitam kecoklatan dengan aroma asap, akibat adanya senyawa fenolik dan turunannya dalam asap cair. Destilat asap cair ini terbukti dapat digunakan sebagai penggumpal karet dengan mutu mendekati SIR 20, sesuai standar mutu karet Indonesia (SNI).
Keunggulan:
Inventor:
Hernani, Sri Yuliani, Wahyu Diyono, Fajar Kurniawan
Status HKI:
Proses pendaftaran