Inovasi Pengering Rendah Karbon Jawab Tantangan Pascapanen di Tengah Perubahan Iklim
Upaya memperkuat ketahanan sistem pascapanen pertanian nasional di tengah tekanan perubahan iklim terus dilakukan. Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pascapanen Pertanian (BRMP Pascapanen) bersama BioTanah Perancis melaksanakan demonstrasi teknologi Mobile Eco Dryer for Agriculture (MEDA), sebuah inovasi pengering gabah bergerak berbasis energi rendah karbon yang dirancang untuk menjawab persoalan klasik pascapanen, mulai dari kehilangan hasil, ketergantungan cuaca, hingga tingginya emisi karbon dari proses pengeringan konvensional.
MEDA tidak hanya menawarkan solusi teknis, tetapi menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan pascapanen yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan konsep unit pengering bergerak, teknologi ini memungkinkan proses pengeringan dilakukan langsung di lokasi produksi, mendekatkan teknologi ke petani sekaligus memangkas biaya dan risiko penurunan mutu hasil panen.
Integrasi sistem pengendali panas, drying tower, burner, dan heat exchanger yang dioptimalkan menjadikan MEDA sebagai contoh nyata penerapan inovasi pascapanen berorientasi rendah emisi dan ramah lingkungan.Demonstrasi teknologi MEDA dilaksanakan pada 10 Februari 2026 di Yogyakarta, menampilkan hasil uji kinerja serta uji emisi karbon yang melibatkan BRMP Pascapanen dan BRMP Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama sekaligus ajang diseminasi inovasi kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk BRMP Mekanisasi Pertanian, Biro Kerja Sama Luar Negeri, CIRAD, perwakilan Kedutaan Besar Perancis, Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo, penyuluh pertanian, serta perwakilan petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Kehadiran para pihak tersebut menegaskan bahwa transformasi pascapanen membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan serah terima satu unit demonstrator MEDA dari BioTanah Perancis kepada BRMP Pascapanen Pertanian. Serah terima ini menjadi tonggak penting tindak lanjut kerja sama internasional sekaligus membuka peluang pengembangan dan adaptasi teknologi pascapanen berbasis kebutuhan lokal.