BRMP Pascapanen Bekali Petani Kentang dan Peternak Domba Garut Dengan Teknologi
BRMP Pascapanen Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknologi Pascapanen Kentang dan Domba melalui program Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cisurupan, Garut. Kegiatan ini dihadiri oleh petani kentang, peternak domba, serta para pengolah pangan dari Kecamatan Cisurupan, Sukaresmi, dan Pasirwangi Kabupaten Garut.
Bimtek yang digelar pada 20 November 2025 ini bertujuan untuk menyebarluaskan teknologi pascapanen modern guna meminimalkan kerugian, menciptakan produk olahan bernilai tambah, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Kabupaten Garut.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Pascapanen Pertanian, Zainal Abidin, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi yang diperkenalkan dalam Bimtek. “Melalui Bimtek ini, saya berharap Bapak/Ibu dapat memanfaatkan ilmu dari narasumber sebaik-baiknya dan berpartisipasi aktif selama acara berlangsung. Serap informasinya, diskusikan, dan yang terpenting, terapkan langsung di lapangan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi kemajuan pertanian dan peternakan Indonesia, khususnya di Kabupaten Garut,” ujar Zainal.
Dinas Pertanian Kabupaten Garut memaparkan kondisi terkini perkembangan pascapanen kentang di daerah tersebut. Disebutkan bahwa sektor pertanian berkontribusi sebesar 36,32% terhadap struktur perekonomian Garut. Berbagai sarana dan prasarana pascapanen telah tersedia, seperti conveyor, mesin grading, mesin pencuci, serta Unit CAS di Koperasi Ganitri, Kecamatan Cikajang.
Namun demikian, fokus utama Dinas Pertanian selama ini masih tertuju pada komoditas padi, jagung, kopi, dan tembakau, sehingga pengolahan kentang belum mendapatkan perhatian maksimal. Pengembangan olahan kentang varietas Granola dari BRMP Pascapanen mendapat apresiasi karena varietas ini melimpah di Garut namun selama ini masih terbatas diversifikasinya.
BRMP Pascapanen hadir dengan memperkenalkan olahan kentang yang dapat menjadi pilihan alternatif bagi petani kentang di Kabupaten Garut diantaranya keripik kentang siap santap, keripik kentang intermediate, brownies dan cookies berbahan kentang, tepung kentang instan untuk perkedel dan mashed potato. Sementara itu, pada sektor peternakan, narasumber memaparkan kondisi pascapanen domba Garut yang semakin diminati baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Tingginya permintaan menyebabkan angka pemotongan mencapai 110 ekor per hari, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan populasi domba Garut jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang tepat.
Kegiatan bimtek berjalan interaktif, dengan peserta aktif berdiskusi dan mengikuti praktik pengolahan hasil pertanian dan peternakan. Bimtek ini menjadi langkah nyata dalam mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan berbasis inovasi di Kabupaten Garut.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Garut, perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Perwakilan BRMP Jawa Barat, Site Manager ICare, fasilitator, penyuluh pertanian serta petani kentang, peternak domba, dan pengolah pangan setempat